IR NEWS

03 Februari 2021

 

Pada hari Senin, 1 Februari 2021, Aung San Suu Kyi dan sejumlah tokoh politik Myanmar ditangkap oleh militer Myanmar dini hari waktu setempat.[1] Tokoh politik tersebut diantaranya Presiden Myanmar Win Myint dan tokoh senior dari Partai National League for Democracy ( NLD).[2] Mereka ditahan di kota Naypyidaw. Sementara itu di lokasi lainnya Menteri Utama Negara Bagian Karen dan beberapa menteri regional lainnya juga ikut ditahan.[3] Peristiwa ini merupakan puncak dari ketengangan politik Myanmar yang sudah berlangsung beberapa hari antara junta militer dan pemerntah Myanmar.

Pemilu Myanmar

Sebelumnya pada November tahun 2020 lalu, telah dilaksanakan pemilihan umum di Myanmar. Berdasarkan pemilu ini, partai NLD dan Aung San suu Kyi memenangkan suara telak.[4] Hasil ini menyulut emosi militer Myanmar. Pasalnya menurut pihak militer kemenangan tersebut tidak sah karena terdapat kecurangan dalam pemilu tersebut. Hal ini juga disetujui pihak opisisi utama, partai Union Solidarity and Development (USDP). Menurut pihak militer, manajemen dan persipapan pemungutan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Myanmar (UEC) sangatlah buruk.[5] Mereka juga mengklaim memiliki bukti kecurangan lainnya. Selain itu USDP dan militer protes karena keluhan mereka tidak digubris oleh UEC. Tuduhan tersebut ditolak karena berlebihan dan tidak masuk akal.[6] Pemilu ini merupakan pemilu kedua sejak berakhirnya kekuasaan militer pada 2011 di Myanmar. Keadaan semakin memanas setelah Mayor Jenderal Zaw Min Tun memberi peringatan bahwa angkatan bersenjata akan mengambil tindakan jika keluhan kecurangan pemilu Myanmar tidak diatasi.[7] Dikhawatirkan nantinya akan terjadi kudeta militer di Myanmar.

Kudeta Myanmar

Kudeta ini sudah resmi terjadi di Myanmar. Militer Myanmar menyatakan diri mengambil alih kekuasaan pada Senin, 1 Februari 2021 setelah penangkapan Aung San Suu Kyi. Dalam rekaman yang beredar luas di stasiun tv, pihak militer menyatakan keadaan darurat akan terjadi selama 1 tahun, Selain itu kepemimpinan sementara dipegang oleh Jenderal Senior Min Aung Hlaing selaku panglima tertinggi tentara Myanmar.[8] Mereka juga menyatakan akan mereformasi Komisi Pemilihan Umum, mengadakan pemilu kembali dan segera menyatakan partai pemenang.

Mengenal Aung San Suu Kyi

Aung San Suu Kyi merupakan putri Jendral Aung San, seorang pahlawan kemerdekaan Myanmar.[9] Suu Kyi pernah dianggap sebagai symbol hak asasi manusia karena perannya sebagai aktivis yang menentang kekuasaan jendral di Myanmar. Atas aksinya membuat ia mendekam di penjara. Namun pada tahun 1991 saat masih menjadi tahanan, ia dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian dan dipuji sebagai “contoh luar biasa dari kekuatan yang tak berdaya”.[10]

Tetapi keadaan ini berbanding terbalik setelah ia terpilih menjadi pemimpin Myanmar dimana ia menolak untuk mengecam dan melaporkan aksi militer yang bertindak secara represif terhadap Muslim Rohingya di wilayah negara bagian Rakhine, Myanmar. Dunia internasional mengecam tindakannya yang menutup mata atas pembunuhan, pemerkosaan, genosida yang terjadi. Meskipun begitu kepopulerannya tetap terjaga di negaranya karena mayoritas masyarakat Myanmar tidak simpati terhadap kasus Rohingya.[11]

  1. https://www.cnbcindonesia.com/news/20210201074227-4-220017/myanmar-panas-ini-kronologi-penangkapan-aung-san-suu-kyi diakses pada Senin 1 Februari 2021 pukul 15:25
  2. https://www.kompas.com/global/read/2021/02/01/082119970/kronologi-penahanan-aung-san-suu-kyi-dimulai-dari-kekhawatiran-kudeta diakses pada Senin Februari 2021 pukul 15:33
  3. https://www.cnbcindonesia.com/news/20210201102333-4-220061/breaking-myanmar-kudeta-militer-umumkan-darurat-setahun diakses pada Senin 1 Februari 2021 pukul 15:51
  4. Op.Cit, diakses pada 1 Februari 2021 pukul 15:53
  5. https://www.kompas.com/global/read/2021/02/01/082119970/kronologi-penahanan-aung-san-suu-kyi-dimulai-dari-kekhawatiran-kudeta diakses pada Senin 2 Februari 2021 pukul 15:53
  6. Ibid, diakses pada 1 Februari 2021 pukul 16:08
  7. https://www.kompas.com/global/read/2021/02/01/082119970/kronologi-penahanan-aung-san-suu-kyi-dimulai-dari-kekhawatiran-kudeta?page=2 diakses pada Senin, 1 Januari 2021 pukul 16:13
  8. https://www.bbc.com/indonesia/dunia-55882233 diakses pada Senin, 1 Februari 2021 pukul 16:21
  9. Ibid diakses pada Senin, 1 Februari 2021 pukul 16:44
  10. Op.cit diakses pada Senin, 1 Februari 2021 pukul 16:45
  11. Ibid diakses pada Senin, 1 Februari 2021 pukul 16:46

Elga Velisya (2021)

0Shares

PCD Studies Center

Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Riau

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *