IR NEWS

28 Februari 2021

Pada Minggu (28/02/2021), polisi menembaki para pengunjuk rasa dalam hari yang paling berdarah bagi para demonstran terhadap kudeta yang dilakukan militer Myanmar. Setidaknya terdapat 18 korban tewas dan beberapa orang lainnya terluka akibat protes di berbagai lokasi di Myanmar dalam beberapa minggu terakhir.[1]

   Yangon (28/02/2021), polisi sudah berjaga-jaga sejak pagi di lokasi tempat berkumpulnya para pengunjuk rasa melakukan protes. Sekitar pukul 8 pagi, pasukan kepolisian bergerak menuju lokasi tempat terjadinya demonstrasi yang dilakukan oleh ribuan dokter, perawat, dan mahasiswa dari universitas kedokteran yang sedang bersiap-siap untuk berbaris di Yankin, Yangon. Sekitar 200 mahasiswa kedokteran dari kelompok pengunjuk rasa ditahan. Beberapa jam kemudian, puluhan pendemo ditembak oleh polisi di berbagai lokasi protes di seluruh wilayah kota. Setidaknya empat orang, tiga pemuda, dan seorang guru dikabarkan tewas. [2]

(Sumber : https://www.irrawaddy.com/news/burma/least-12-people-shot-dead-security-forces-protests-across-myanmar.html )

   Myanmar telah dilanda kekacauan dalam beberapa minggu terakhir ketika pihak tentara menahan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan partainya dengan tuduhan telah terjadi kecurangan dalam pemilihan yang dilakukan pada November tahun lalu. Keadaan semakin memanas ketika militer Myanmar mengumumkan mengambil alih kekuasaan pada Senin,  1 Februari 2021 yang dipimpin oleh Jendral Senior Aung Hlaing, selaku panglima militer tertinggi di Myanmar.[3]

  Dawei, wilayah Tanintharyi, polisi melepaskan tembakan kearah para pengunjuk rasa, menewaskan setidaknya 4 orang dan sekitar 40 orang terluka. Di daerah Bago, 2 orang ditembak mati dan sekitar 15 orang terluka dalam tindakan kekerasan yang dilakukan polisi pada Minggu pagi (28/02/2021). Mandalay, penembakan terjadi disiang hari, seorang penduduk yang mengendarai sepeda motor tewas setelah ditembak di bagian kepala oleh polisi karena melakukan protes. Pakokku, wilayah Magway, seorang pria yang mencoba bersembunyi dari kejaran polisi ditembak mati. Dan terakhir di Myitkyina, negara bagian Kachin, 50 demonstran ditahan di ibukota negara bagian Kachin.[4]

Polisi sempat melepaskan tembakan kearah pengunjuk rasa ketika granat asap, gas air mata, dan tembakan peringatan tidak berhasil membubarkan para demonstran dalam serangan umum nasional terhadap rezim militer di berbagai kota tempat berkumpulnya para demonstran. Beberapa orang terluka akibat tembakan diseret oleh sesama demonstran ke tempat yang lebih aman untuk berlindung, meninggalkan beberapa bekas darah di jalan dan trotoar. Laporan terakhir yang dihimpun dari Reuters menyebutkan setidaknya terdapat tiga pengunjuk rasa tewas selama kekacauan berlangsung. Tentara juga mengatakan seorang polisi dikabarkan turut menjadi korban tewas pada kerusuhan hari itu.[5]

 

 

  1. Reuters,https://www.reuters.com/article/idUSKCN2AS018, diakses pada 28 Februari 2021.
  2. The Washington Post,https://www.washingtonpost.com/world/2021/02/28/myanmar-security-forces-open-fire-protesters-killing-least-5/, diakses pada 28 Februari 2021.
  3. VOA Indonesia,https://www.voaindonesia.com/a/setidaknya-5-orang-tewas-dalam-demonstrasi-di-myanmar-/5795828.html, diakses pada 28 Februari 2021.
  4. Irrawaddy,https://www.irrawaddy.com/news/burma/least-12-people-shot-dead-security-forces-protests-across-myanmar.html, diakses pada 28 Februari 2021.
  5. Reuters,https://www.reuters.com/article/idUSKCN2AS018, diakses pada 28 Februari 2021.

 

Alfiansyah (2021)

0Shares
Categories: NewsPost

PCD Studies Center

Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Riau

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *