Benedetta Claryssa

(2022)

Setelah berakhirnya Perang Dingin, pertumbuhan ekonomi menjadi hal yang penting bagi keberlangsungan sebuah negara. Tatanan dunia baru menekankan pentingnya kekuatan ekonomi dalam mengatur sistem internasional. Perubahan ini juga didukung oleh fenomena globalisasi yang mempercepat perubahan serta peningkatan dalam hubungan antar negara. Tiongkok merupakan salah satu negara dengan kekuatan ekonomi dunia yang dapat menyaingi perekonomian negara great power seperti Amerika Serikat. Perekonomian Tiongkok terkenal akibat ledakan ekonomi yang tak tertandingi selama beberapa tahun terakhir. Ekspansi ekonomi Tiongkok dimulai pada tahun 1980 yang dilembagakan oleh Deng Xiaoping (Zhou & Xiao, 2018). Ini merupakan awal dari reformasi ekonomi Tiongkok, dimana pada abad ke-21 Tiongkok telah menjadi negara dengan kekuatan ekonomi dan militer secara global. Dengan kekuatan ekonomi dan militer Tiongkok, maka terdapat kekhawatiran akan dominasi Tiongkok dari negara-negara adidaya.

Indo-Pasifik merupakan kawasan yang strategis, namun cenderung rentan terjebak dalam pusaran konflik yang sulit dihindari. Persaingan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik selama satu dekade terakhir kian memanas. Kebangkitan Tiongkok atau China rising menuai berbagai respon dari negara-negara di kawasan Indo-Pasifik karena Indo-Pasifik merupakan arena perebutan geopolitik yang terus berkembang dan bersangkutan dengan kepentingan banyak negara. Kepentingan negara berperan penting dalam menentukan sikap ataupun respon dari kebangkitan Tiongkok. China rising dianggap sebagai ancaman karena ekspansi ekonomi Tiongkok yang sudah hampir menyebar ke seluruh dunia. Selain itu, Tiongkok juga merupakan salah satu negara yang memiliki pengeluaran militer terbesar setelah Amerika Serikat.

Amerika Serikat bersama Inggris dan Australia membentuk sebuah pakta keamanan trilateral yang bernama AUKUS (akronim dari Australia, United Kingdom dan United States) pada 15 Sepetember 2021 untuk mempromosikan kerja sama keamanan di kawasan Indo-Pasifik dan mewujudkan integrasi negara dalam ilmu pengetahuan, teknologi, industri, dan rantai pasokan pertahanan (Cheng, 2022). Menurut penulis, AUKUS juga hadir sebagai bentuk balancing terhadap China rising. Meskipun tidak disebutkan secara langsung, namun AUKUS hadir sebagai sebuah cara untuk melakukan counter pada kebangkitan Tiongkok yang dianggap sebagai ancaman yang meningkat. Tidak diragukan lagi kerja sama pertahanan akan merombak kemampuan angkatan laut Australia seiring dengan pertumbuhan Tiongkok.

Namun, pakta keamanan AUKUS masih tidak jelas apakah dapat membantu mengatasi tantangan keamanan yang diakibatkan oleh kebangkitan Tiongkok. Menurut penulis, ketika dibentuk sebuah pakta keamanan yang ditujukan untuk melawan pengaruh dari rising power maka akan berdampak pada perdamaian regional dan dapat mengeskalasi perlombaan senjata. Waktu yang dibutuhkan bagi pakta keamanan untuk membentuk apa yang disebut sebagai tujuan utama dari pakta ini, yaitu menciptakan kapal selam bertenaga nuklir untuk Austalia, juga cenderung memakan banyak waktu dan memerlukan sumber daya yang besar. AUKUS dapat menyebabkan Tiongkok memperkuat militernya dari segi personil maupun segi peralatan tempur yang berimbas pada ketidakseimbangan keamanan di kawasan. Sayangnya AUKUS tidak dibekali dengan solusi untuk menjaga  keseimbangan militer regional melawan Tiongkok.

Menurut penulis, pendekatan yang harus digunakan oleh Barat dalam melawan kebangkitan Tiongkok ialah dengan membuat substitute model untuk rencana Tiongkok dalam memimpin pembangunan ekonomi di wilayah tersebut. Seperti yang diketahui, dasar dari strategi maritim yang dimiliki oleh Tiongkok ialah kepentingan komersial dan ekonomi sebagai mitra dagang negara-negara dikawasan. Ketika perekonomian menjadi semakin terintegrasi dengan Tiongkok maka akan menjadi lebih sulit dalam melawan agresi ekonomi dan militer Tiongkok di wilayah tersebut.

Seluruh pandangan dari tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak merepresentasikan PCD Studies Center.

0Shares
Kategori: Opinion

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *